Kementerian pertahanan Armenia mengatakan artileri Azerbaijan telah menembaki posisi militer di berbagai bagian garis depan setelah perjanjian gencatan senjata dimulai, demikian diwartakan BBC.
Dalam sebuah posting di Facebook, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menegaskan negaranya "terus dengan ketat mematuhi rezim gencatan senjata".
Juru bicara Presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev mengatakan Armenia berusaha untuk "mempertahankan status quo berdasarkan pendudukan", menambahkan: "Pihak Azerbaijan sedang menahan diri."
Sebelumnya, dua gencatan senjata lainnya yang disepakati awal bulan ini terkait konflik tersebut telah dilanggar.
Pertempuran meletus pada 27 September di sekitar wilayah kantong pegunungan tersebut. Konflik kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.