Menurut dia, perempuan tersebut mengaku sebagai pemimpin di Polsek Cawang dan Jatinegara. Kata dia, perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa itu ingin mengambil anggaran tunjangan untuk para Kapolsek.
"Begitu dengan anggota karena saya belum masuk ke dalam gedung Istana
Saya mengambil uang tunjangan ini di Bank DKI khusus di wilayah Jakarta saya sudah mengambil dalam kesendirian, dengan tangan saya sendiri, penjaga Bank DKI mengatakan saya bahwa saya harus melalui yang menangani DKI yakni Anies Baswedan," ujarnya.
"Saya sudah berkata kepada mereka, tidak perlu karena saya yang punya uang rupiah atau dana dari saya. Surat keterangan tersebut saya bertanya kepada Anies Baswedan kapan saya memberikan surat keterangan pengambilan uang pinjaman ke Pemda, karena parpol yang berada di Jakarta ini pada tidak terima semuanya. Kita harus bertemu sekarang juga," lanjut isi surat itu.
"Demikianlah yang saya sampaikan agar Anies Baswedan langsung bertemu dengan saya sekarang juga. Harap dapat mengerti, dari yang berwenang, Ibu Negara RI Ernawati Ululaya Nias, anak Bunda Ani Yudhoyono/Rhoma Irama pemimpin Kapolsek Cawang, Otista, Jatinegara," tutupnya.
(Awaludin)