JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden unggul dalam perolehan suara electoral dibanding capres yang diusung Partai Republik Donald Trump. Sejauh ini, Biden telah mengumpulkan 290 suara electoral, melebihi ambang batas minimal kemenangan yakni 270 suara, sementara capres petahana baru mendapatkan 214 suara electoral.
Dengan perolehan suara tersebut, Biden dipastikan akan menduduki kursi Presiden AS. Menyikapi hasil sementara Pilpres AS, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, siapa pun yang terpilih di antara dua nama capres yang bertarung, kepentingan Indonesia kepada AS dan sebaliknya dari hubungan bilateral, ekonomi, budaya dan lainnya, ke depan harus lebih baik dan dibangun atas kerja sama yang saling menguntungkan.
Baca Juga: Siapa pun Pemenang Pilpres, Iran Harap AS Patuhi Perjanjian Nuklir
Menurutnya, kedua capres memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing dalam konteks hubungan dengan Indonesia. "Soal tipikal saja, dan memang apa namanya selama ini Trump lebih banyak mengenal dengan beberapa pengusaha Indonesia. Kalau Biden belum. Dan di era Biden ini, sebagian menganggap Biden lebih soft dibanding Trump, cuma ada sebagian yang lain dari segi ekonomi, Trump lebih memiliki hubungan erat dengan Indonesia dibandingkan Biden. Jadi ada plus minus lah," ujarnya, Minggu (8/11/2020).