"Keberagaman budaya, suku, dan sejarah, di situlah masyarakat indonesia bisa belajar secara serentak. dengan ditambahkan tafsiran Pancasila dalam aktualitas, itu lah yang akan kita jadikan sebagai proses pembelajaran," ujarnya.
"Jadi, Pancasila itu bukan saja sebagai sebuah pandangan dunia, filosofi negara, tapi juga kehidupan sehari-hari," katanya menambahkan.
Acara pertemuan BPIP dengan para seniman, pelukis dan budayawan ini diwarnai dengan pembukaan nada nada kecapi dan seruling Sunda, Imam Jimbot dan duet saxophonist muda Abel dan Fael.
CM
(Yaomi Suhayatmi)