Tahun 1575 Sultan Baab berhasil mengusir Portugis selamanya dari Ternate, dan menjadikan Ternate sebagai sentra perdagangan cengkih di Maluku dengan jaringan internasional.
Tahun 1579-1580 Kesultanan Ternate menjalin hubungan dengan Kerajaan Inggris. 1580-1583 Sultan Baab juga memimpin perlawanan kepada Spanyol di Filipina.
Alhasil, Baab dikenang sebagai sang sultan penguasa 72 pulau di timur Indonesia karena kekuasannya yang mencakup sebagian besar Kepulauan Maluku, Sangihe dan sebagian dari Sulawesi.
Pengaruh Ternate pada masa kepemimpinannya bahkan mampu menjangkau Solor (Lamaholot), Bima (Sumbawa bagian timur), Mindanao, hingga Raja Ampat.
(Khafid Mardiyansyah)