PARIS – Sebanyak 76 masjid di Prancis diduga telah menyebarkan kegiatan separatisme, karena dinilai menimbulkan potensi ancaman keamanan, pemerintah setempat mengancam akan menutup puluhan masjid tersebut.
Langkah ini juga bagian dari kampanye agresif untuk menyingkirkan ekstremisme agama di negara tersebut. (Baca Juga: Prancis Ancam Akan Langsung Gerebek Masjid Jika Sebarkan Radikalisme)
Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan pada hari bahwa pihak berwenang menargetkan 76 masjid yang diduga mempromosikan separatisme.
(Baca Juga: Mantan Presiden Prancis Valery Giscard d'Estaing Meninggal karena Covid -19)
"Di beberapa wilayah terkonsentrasi di negara ini, masjid-masjid jelas anti-Republik," katanya dalam sebuah wawancara dengan radio RTL.
"Badan intelijen Prancis telah 'mengikuti' para imam yang mengkhotbahkan ide-ide yang bertentangan dengan nilai-nilai kami," ujarnya.
Darmanin menekankan, bagaimanapun, bahwa institusi yang telah diidentifikasi berisiko menimbulkan ancaman keamanan hanyalah sebagian kecil dari lebih dari 2.600 tempat ibadah Muslim di Prancis.
"Dalam beberapa hari mendatang akan dilakukan pengecekan terhadap tempat ibadah tersebut. Jika keraguan ini dikonfirmasi, saya akan meminta penutupan mereka," tulis dia di Twitter ketika mengomentari hasil wawancara radio tersebut.
Ia juga mengumumkan bahwa 66 migran ilegal yang diduga telah diradikalisasi telah dideportasi.
Tindakan keras itu, kata Darmanin, adalah bagian dari serangkaian tindakan pemerintah yang besar dan belum pernah terjadi sebelumnya, yang dirancang untuk membatasi ekstremisme agama di Prancis.