Namun,perlu diperhatikan untuk beberapa alat deteksi material genetik SARS COV2 lainnya yang beredar di masyarakat dengan menawarkan deteksi yang cepat hanya hitungan menit pada dasarnya masih dalam tahap pembahasan terkait efektivitasnya.
Pelayanan pemeriksaan laboratorium, khususnya PCR ini adalah pelayanan yang dimulai dari tahap pre-analitik yaitu penanganan sampel sebelum memasuki ruangan laboratorium (meliputi pengambilan swab, penanganan atau penyimpanan,dan transportasi pengiriman sampel),analitik, yaitu proses analisis sampel hingga mengeluarkan hasil,dan post analitik, yaitu mengeluarkan hasil pemeriksaan, kemudian diserahkan kepada pasien. Hasil pemeriksaan tes PCR merupakan metode tes dengan hasil keakuratan hingga100%.
“Walaupun tingkat keakuratannya PCR test adalah100%, perlu diperhatikan hal-hal yang dapat memengaruhi hasil akurasi pemeriksaan PCR test seperti faktor jenis sampel,ketepatan teknik pengambilan sampel,penanganan atau penyimpanan sampel,transport sampel ke laboratorium,sumber daya manusia yang melakukan analisis, prinsip tes alat deteksi,quality control alat,serta standar prosedur operasional yang sesuaidan tepat,”kata dr Muhammad.
Isu lain saat ini dimasyarakat adalah mendapatkan hasil tes PCR yang berbeda-beda antar satu laboratorium atau rumah sakit. Terkait Perbedaan ini,tentu kita perlu memperhatikan faktor pre analitik, analitik,dan postanalitik tadi.
“Proses pengambilan,penanganan,penyimpanan,transportasi,dan analisis sampel swab yang tidak tepat akan menyebabkan hasil pemeriksaan yang tidak akurat,”ujarnya.