WASHINGTON - Seorang pejabat militer senior Amerika Serikat (AS) mengatakan dua pesawat pengebom B-52H telah diterbangkan ke Timur Tengah sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah potensi serangan dari Iran di tengah peningkatan risiko di kawasan itu.
“Penerbangan itu bukan untuk tindakan serangan apapun, tetapi untuk mencegah tindakan Iran," kata pejabat itu kepada VOA.
BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Diisukan Segera Serahkan Kekuasaan
Ia menambahkan militer menyaksikan "indikator memprihatinkan di Irak" baru-baru ini di mana Iran atau pasukan proksi yang didukung Iran mungkin merencanakan serangan.
Pejabat itu mengatakan indikator-indikator tersebut, ditambah pengurangan jumlah pasukan AS yang sedang berlangsung di Irak dan acara peringatan mendatang untuk serangan AS yang menewaskan komandan pasukan elit Quds, Iran, Qassem Soleimani, bisa membuat tingkat salah kalkulasi Iran "di atas rata-rata".
Kedua pengebom B-52H meninggalkan Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana pada Kamis (10/12/2020) dan tidak menjatuhkan bom selama misi yang mendadak tersebut.
BACA JUGA: Iran Nyatakan Senang AS Ubah Perilaku di Teluk Persia
Sebaliknya, misi ke wilayah tersebut dirancang untuk mencegah agresi dan meyakinkan sekutu, demikian menurut pernyataan dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah.
"Kemampuan untuk menerbangkan pengebom strategis ke belahan dunia dalam misi non stop dan dengan cepat mengintegrasikannya dengan beberapa mitra regional menunjukkan hubungan kerja yang erat dan komitmen bersama kita, mengenai keamanan dan stabilitas regional," kata Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Kenneth "Frank" McKenzie dalam sebuah pernyataan.
(Rahman Asmardika)