MOGADISHU - Somalia telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kenya, menuduhnya melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Somalia. Pengumuman itu disampaikan Menteri Informasi Somalia pada Senin (14/12/2020).
Dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah SNTV, Osman Dube mengatakan bahwa Somalia memerintahkan semua diplomatnya di Kenya untuk kembali, sementara diplomat Kenya di Somalia telah diperintahkan untuk pergi dalam tujuh hari.
“Somalia ingin semua diplomatnya kembali ke Mogadishu dan diplomat Kenya memiliki tujuh hari untuk meninggalkan negara itu,” kata Dube sebagaimana dilansir Al Jazeera.
BACA JUGA: Gubernur di Somalia Tewas Dalam Serangan Bunuh Diri
Sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Somalia mengatakan Mogadishu menuduh Kenya mencoba untuk "melanggar kedaulatan, integritas teritorial, kemerdekaan politik dan persatuan Somalia".
Kenya membantah tuduhan tersebut.
Bulan lalu, Somalia mengusir duta besar Kenya dan memanggil utusannya sendiri dari Nairobi setelah menuduh tetangganya itu mencampuri proses pemilihan di Jubbaland, salah satu dari lima negara semi-otonom Somalia.
Hubungan antara pemerintah pusat Somalia dan negara bagian selatan Jubbaland, yang berbatasan dengan Kenya, tegang karena pihak berwenang di wilayah semi-otonom itu menuduh Mogadishu berusaha untuk menggulingkan Presiden Ahmed Madobe dan menempatkan seorang loyalis yang berkuasa untuk meningkatkan kendali pusat.
BACA JUGA: Kenya Tutup Dua Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia karena Wabah Virus Corona
Madobe adalah sekutu utama Kenya, yang melihat Jubbaland sebagai penyangga melawan pejuang al-Shabab yang telah melancarkan beberapa serangan berdarah di seberang perbatasan.
Kenya dan Somalia juga berselisih karena perselisihan perbatasan maritim, dengan kemungkinan cadangan minyak dan gas Samudra Hindia yang menguntungkan dipertaruhkan.
(Rahman Asmardika)