Bantu China Blokir Acara Peringatan Tragedi Tiananmen, Karyawan Zoom Didakwa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 20 Desember 2020 07:39 WIB
Ilustrasi.
Share :

NEW YORK - Jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) mendakwa mantan karyawan aplikasi komunikasi Zoom karena mengganggu pertemuan video untuk memperingati 31 tahun peristiwa pembantaian di Lapangan Tiananmen.

Pegawai Zoom berkewarganegaraan China, Xinjiang Jin, dituduh membantu menghentikan setidaknya empat pertemuan video pada Mei dan Juni, yang diselenggarakan oleh orang-orang yang berbasis di AS.

Surat perintah telah dikeluarkan untuk penangkapannya.

Zoom mengatakan, perintah itu dilakukan bekerja sama dengan pihak berwenang. Pemerintah China belum mengomentari dakwaan tersebut.

BACA JUGA: Pertama Kali dalam 30 Tahun, Peringatan Tragedi Tiananmen Dilarang Digelar di Hong Kong

Perusahaan yang berbasis di California itu mengatakan telah "memberhentikan" karyawannya karena melanggar kebijakan, dan telah "meminta karyawan lainnya untuk cuti administratif sambil menunggu penyelesaian" proses penyelidikan internal.

Protes pro-demokrasi adalah kegiatan yang sangat tabu dilakukan di China.

Apa tuduhannya?

Sebuah pernyataan dari Departemen Kehakiman AS mengatakan Xinjiang Jin, juga dikenal sebagai Julien Jin, didakwa karena "melakukan konspirasi kekerasan antarnegara dan melanggar hukum karena mentransfer alat identifikasi".

Jaksa penuntut mengatakan bahwa mulai Januari 2019 Jin berkonspirasi untuk "menyensor pidato politik dan agama dari individu-individu yang berada di Amerika Serikat dan seluruh dunia di bawah kendali pejabat" di pemerintah China.

BACA JUGA: Peristiwa Tiananmen 1989, Apa yang Terjadi di China?

Di antara tindakan yang diambil atas nama pemerintah China, jaksa menuduh pria berusia 39 tahun itu dan lainnya menghentikan setidaknya empat pertemuan peringatan 31 tahun penumpasan Lapangan Tiananmen, beberapa di antaranya dihadiri oleh para demonstran yang telah berpartisipasi dan selamat dari protes berdarah itu.

Jaksa menuduh Julien Jin telah memalsukan pelanggaran persyaratan layanan Zoom untuk membenarkan tindakannya kepada atasannya.

"Jin dengan sukarela melakukan kejahatan, dan berusaha menyesatkan orang lain di perusahaan, untuk membantu pihak berwenang (China) menyensor dan menghukum pidato politik dari para pengguna AS hanya karena menggunakan hak kebebasan berekspresi," kata penjabat Jaksa Seth DuCharme di Brooklyn dalam sebuah pernyataan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya