Mahfud MD: Pemerintah Harus Solid Mencegah Bibit Radikalisme

Agregasi VOA, Jurnalis
Minggu 20 Desember 2020 07:24 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD. (Foto: Okezone)
Share :

Ia beralasan kelompok ini memiliki sistem rekrutmen dan pelatihan yang rapi, serta tersembunyi dibandingkan dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bertindak sporadis.

"JAD tidak serapi itu dan dia mudah sekali dideteksi seharusnya. Jadi kalau lihat karakteristik dan afiliasi, jika pelatihan itu di Indonesia, kemungkinan besar adalah JI," jelas Stanislaus Riyanta kepada VOA, Jumat (18/12).

Riyanta menjelaskan jaringan JI terlihat sedang tertidur setelah kematian gembong al-Qaeda Osama Bin Laden dan dr Azhari. Namun, kata dia, berdasarkan penelitian RAND Corporation, setidaknya ada 3.000 orang Indonesia yang menjadi alumni al-Qaeda. Para alumni ini berpotensi melakukan konsolidasi kembali dan merekrut kader-kader baru.

BACA JUGA: Polri : 91 Anggota Jamaah Islamiyah Dilatih untuk Melawan Negara!

Menurutnya, mobilitas jaringan JI di Indonesia juga cukup tinggi dan sebagian besar memiliki daerah pengumpan. Semisal untuk daerah target Jakarta, maka daerah pengumpannya berasal dari wilayah Bekasi, Bogor dan Tangerang.

"Beberapa data pernah terjadi pelatihan-pelatihan dari kelompok-kelompok teroris di Gunung Salak Bogor. Tidak menutup kemungkinan juga Gunung Lawu, Jawa Tengah, yang pernah menjadi tempat latihan," tambahnya.

Sedangkan terkait target VVIP, Riyanta menduga orang penting yang dimaksud oleh kelompok teroris itu adalah merupakan pejabat pemerintah yang dianggap melemahkan gerakan mereka, seperti pejabat Kemenko Polhukam. Namun, kata dia, kelompok teroris ini biasanya membagi target menjadi tiga bagian, yaitu target reguler, alternatif dan darurat atau emergency. Karena itu, mereka akan mencari target alternatif atau lainnya jika targetnya reguler atau utamanya, seperti pejabat pemerintah atau aparat, tidak terpenuhi.

Polri: Ada 6.000 Anggota JI di Indonesia

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan saat ini ada sekitar 6.000 anggota JI yang masih aktif di Indonesia. Menurut Argo, jumlah tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap 23 terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sepanjang November-Desember 2020.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya