"Data dari penjelasan beberapa tersangka, sekitar 6.000 sel jaringan JI masih aktif. Ini menjadi perhatian bagi kita sekalian," ujar Argo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/12/2020).
Argo menambahkan 23 terduga teroris tersebut ditangkap di sejumlah wilayah, antara lain Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pringsewu dan Palembang. Para terduga teroris ini telah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Dua di antaranya yang ditangkap merupakan petinggi JI, yaitu Upik Lawanga dan Zulkarnain. Kedua petinggi JI ini memiliki keahlian dalam merakit bom dan senjata. Adapun target operasi kelompok ini tidak hanya di Indonesia, melainkan juga Malaysia dan Australia.
Lebih lanjut ia mengatakan, kelompok JI memiliki tiga sumber pendanaan, yaitu dana kotak amal, yayasan dan iuran anggota sebesar lima persen. Sebagian dari anggota JI bekerja sebagai penjual makanan, seperti bebek dan pisang. Hasil dari iuran anggota tersebut kemudian disalurkan untuk membantu bagi anggota mereka yang belum bekerja.
(Rahman Asmardika)