Partai Demokrat yang sempat memprediksi kemenangan mudah untuk Biden dikejutkan dengan tipisnya selisih suara, meski akhirnya Biden dinyatakan memenangi perolehan suara dengan 320 suara elektoral, jauh dari 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangi pemilihan presiden, menurut penghitungan cepat oleh media AS.
Trump menolak mengakui kemenangan Biden, menuding adanya kecurangan dari metode pemungutan suara lewat pos, tanpa memberikan bukti. Dia bahkan mengajukan puluhan tuntutan hukum untuk membalikkan hasil penghitungan suara dan mendesak dilakukannya penghitungan ulang.
Langkah dramatis Trump ini membuat proses peralihan kekuasaan menjadi tertunda dan berlarut-larut. Di saat banyak kepala negara memberikan selamat kepada Biden, tim transisi sang presiden terpilih masih belum mendapatkan akses pada sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan tugas mereka.
Foto: Reuters.
Transisi yang biasanya mulai berlangsung sejak pekan pertama setelah penghitungan suara, baru bisa dilakukan pada 23 November, hampir sebulan setelah pemilihan presiden. Ini tentu saja memberi waktu yang lebih sedikit bagi tim transisi menjelang pelantikan presiden yang secara tradisional dilakukan pada 20 Januari tahun berikutnya.
Meski satu per satu gugatan hukum yang diajukan Trump gugur, mantan pengusaha New York itu masih menolak untuk menyerah dan mengakui kemenangan Biden.