Sistem darurat polisi lumpuh di seluruh negara bagian Tennessee.
Layanan telefon, internet, dan televisi fiber optik juga terganggung di Tennessee, Mississippi, Kentucky, Alabama, dan Georgia, menurut perusahaan telekomunikasi AT&T.
Warga Buck McCoy berkata ia terbangun oleh suara ledakan. Ia mengunggah video di Facebook, menunjukkan sebagian kerusakan akibat ledakan.
"Semua jendela saya , setiap kacanya, pecah dan terlempar ke ruangan sebelah. Seandainya saya berdiri di sana, akan ngeri sekali," kata McCoy kepada kantor berita AP.
"Rasanya seperti bom. [Ledakannya] sebesar itu."
Rekaman CCTV yang diunggah di Youtube memperlihatkan saat-saat sebelum ledakan, ketika sebuah peringatan terdengar, "Bila Anda dapat mendengar pesan ini, evakuasi diri Anda sekarang juga". Kemudian, suara ledakan yang keras, api, dan asap memenuhi layar.
Polisi lalu mulai mengetuk pintu dan mengevakuasi warga karena peringatan itu, tanpa tahu apakah atau kapan ledakan bisa terjadi.
Wali Kota Nashville John Cooper menggambarkan ledakan itu "seperti ada bom yang meledak". Ia meminta warga untuk menjauhi lokasi ledakan.
"Serangan pada pagi hari ini ditujukan untuk menciptakan kekacauan dan ketakutan pada masa damai dan pengharapan, tetapi semangat kota ini tidak dapat dirusak," ujarnya.
Dalam sebuah cuitan di Twitter, Gubernur Bill Lee meminta 'semua sumber daya yang dibutuhkan' untuk menginvestigasi ledakan ini dan siapa pelakunya.
Presiden Trump telah mendapat laporan atas kejadian ini, demikian pula presiden terpilih AS, Joe Biden.
Mengutip kantor berita AFP, Biden telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan ia dan istrinya Jill Biden "berterima kasih kepada semua pihak yang pertama kali menindaklanjuti insiden tersebut, dan berharap mereka yang terluka segera pulih."
Juru bicara Trump Judd Deere melalui Twitter menyatakan bahwa presiden "berterima kasih untuk petugas penolong pertama yang bergerak dengan luar biasa dan berdoa untuk mereka yang terluka."
(Qur'anul Hidayat)