Baliho dan Atribut Dicopot Petugas, FPI Tangsel Siap Pasang Simbol Baru

Hambali, Jurnalis
Kamis 31 Desember 2020 14:34 WIB
Ilustrasi FPI. (Foto: Okezone.com)
Share :

TANGSEL - Petugas gabungan dari polisi, TNI, serta aparat Satpol PP telah mencopot baliho, spanduk, serta atribut Front Pembela Islam (FPI), yang terpasang di kantung-kantung basis pendukungnya di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tak ada reaksi apapun dari massa FPI, satu per satu atribut ditertibkan petugas. Termasuk baliho bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS), tak luput dari pencopotan. Tindakan itu merupakan tindak lanjut atas pengumuman pemerintah yang melarang seluruh aktivitas FPI pada Rabu 30 Desember 2020.

Menyikapi itu, Team Advokat Muslim BHF Banten yang juga Tim Hukum FPI Banten, Zainudin, membeberkan, secara otomatis tak lama setelah pelarangan FPI oleh pemerintah, maka semua basis FPI berubah dan menjelma menjadi Front Persatuan Islam dengan akronim yang sama, yaitu FPI.

"Semua, seluruh Indonesia, termasuk di Tangsel, Banten, dan daerah-daerah lain menjadi Front Persatuan Islam. Pada prinsipnya, kalau FPI ini tidak masalah lah, pemerintah mau membubarkan berapa kali juga nggak masalah kok. Jadi kalau pemerintah mau membubarkan dengan arogan, ya FPI fine-fine saja," katanya kepada Okezone, Kamis (31/12/2020).

Menurut dia, FPI bukanlah tujuan karena hanya sebatas wadah dan alat perjuangan menegakkan keadilan. Sehingga pelarangan organisasi FPI tak berdampak apapun terhadap perjuangan para kader, simpatisan maupun pendukungnya di berbagai wilayah.

Baca juga: Front Persatuan Islam Ogah Daftar ke Pemerintah, FPI: Buang-Buang Energi!

"Karena FPI itu bukan tujuan, hanya alat perjuangan. Maka nanti logo dan simbol (FPI) otomatis juga pasti akan berubah. Akan segera diganti, yang jelas nuansanya islami," ucapnya.

Sementara, Ketua DPC FPI Pondok Aren, Ustad Abdul Ghofar menegaskan, pihaknya bakal segera mengkonsolidasikan seluruh kader dan pendukung untuk memastikan langkah perjuangan berikutnya. Di mana kata dia, semua itu sedang menunggu arahan dari pengurus pusat.

"Kita masih menunggu intruksi dari pusat soal Front Persatuan Islam. Karena kita sedang fokus dengan 6 syuhada dan pembebasan imam kami. Kalau untuk perjuangan kita selalu siap. Bahkan sekarang kalau pun sudah dibubarkan, kita di sini tetap solid, kal jasadil wahid (bagaikan satu tubuh)," terangnya dihubungi terpisah.

Dikatakannya, seluruh baliho dan atribut FPI di wilayahnya telah dicopot petugas sejak semalam, termasuk yang terpasang di depan rumahnya. Namun begitu, dia memastikan akan mengganti seluruh baliho dan atribut yang dicopot petugas itu dengan baliho dan atribut FPI dengan simbol baru.

"Kita pasang lagi, udah pasti itu. Seribu baliho dicopot maka seribu baliho Front Persatuan Islam kita pasang lagi dengan simbol yang baru," tegasnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya