Pakar Asing Pertanyakan Efektivitas Vaksin Sinopharm yang Disetujui China

Agregasi VOA, Jurnalis
Jum'at 01 Januari 2021 05:27 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

BADAN Pengawasan Produk Medis Nasional China, Kamis (31/12), mengumumkan telah memberi persetujuan bersyarat bagi vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing, anak perusahaan milik negara, Sinopharm. Badan regulator pemerintah memberi persetujuan itu sehari setelah Sinopharm menyatakan vaksin itu memiliki efektivitas 79,3 persen terhadap virus corona dalam uji klinis terakhir berskala besar terakhir.

Namun para pakar asing mempertanyakan klaim Sinopharm itu, karena perusahaan tersebut tidak memberi data yang diperlukan agar dapat diverifikasi secara independen. Baca Juga: Vaksin Sinopharm Boleh Digunakan di China dengan Syarat

Vaksin yang baru disetujui itu adalah satu dari lima vaksin yang dikembangkan perusahaan-perusahaan China, yang telah diberikan dalam program penggunaan daruratnya sambil masih menjalankan uji coba fase 3. Lebih dari 4,5 juta dosis telah diberikan sejak Juli untuk para pekerja esensial dan orang-orang yang dianggap berisiko tinggi, 3 juta di antaranya diberikan sejak pertengahan Desember. Beijing menargetkan vaksinasi hingga 50 juta orang pada pertengahan Februari, sewaktu ratusan juta warga China diperkirakan bepergian untuk liburan Imlek.

China telah berjanji akan memberikan ratusan juta dosis vaksin yang dikembangkannya di dalam negeri ke banyak negara berkembang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat global. Para pengamat menyatakan janji itu merupakan upaya Beijing untuk memperbaiki citranya setelah gagal memberitahu dunia mengenai virus itu, yang pertama kali dideteksi di Wuhan, kota di China Tengah, setahun silam.

Vaksin-vaksin lain yang telah disetujui

Uni Emirat Arab memberi izin penggunaan darurat vaksin yang dikembangkan Sinopharm awal bulan ini setelah vaksin itu menunjukkan efektivitas 86 persen dalam mencegah kasus-kasus virus corona yang moderat dan parah dalam uji klinis tahap akhir pada September lalu.

Vaksin Sinopharm bergabung bersama vaksin virus corona potensial lainnya yang akan menerima izin dari pemerintah berbagai negara.

Baca Juga:  Peselingkuh Berebut Ingin Dapat Vaksin Covid-19 agar Perselingkuhan Berjalan Aman

Badan regulator kesehatan Inggris, Rabu (30/12), menyatakan telah memberi izin penggunaan darurat vaksin virus corona yang dikembangkan bersama oleh perusahaan farmasi Inggris-Swedia AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Uji klinis tahap akhir terhadap vaksin AstraZeneca-Oxford itu mendapatinya 70 persen efektif terhadap Covid-19. Vaksin ini menunjukkan tingkat kemanjuran 62 persen bagi partisipan yang mendapat dua dosis penuh. Tetapi tes terhadap subkelompok yang lebih kecil mengungkapkan vaksin itu 90 persen efektif sewaktu diberikan dalam setengah dosis disusul dosis penuh beberapa pekan kemudian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya