Ibunya Meabh, salah satu dari hampir 50 saksi yang bersaksi pada pemeriksaan tersebut, mengatakan dia yakin putrinya bisa saja diculik dan menuduh pihak berwenang tidak menanggapi kekhawatirannya dengan serius.
Namun, polisi mengatakan tidak ada bukti Quoirin diculik dan bersikeras jika penyelidikan mereka dilakukan secara menyeluruh.
Otopsi telah menetapkan Quoirin meninggal karena pendarahan internal. Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa lapar dan stres yang berkepanjangan.
(Susi Susanti)