JAKARTA - Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, mencuit di media sosial Twitter mengenai pelarangan Hizbut Tahrir di negara mayoritas berpenduduk Islam. Cuitan itu disertai dengan tagar FPIOrmasTerlarang.
"Negara2 mayoritas berpenduduk Islam yang melarang Hizbut Tahrir, termasuk Arab Saudi, Turki, Malaysia, Yordania, Mesir-FR #HTIOrmasTerlarang #FPIOrmasTerlarang," kicau @fadjroel seperti dilihat Okezone, Senin (4/1/2021).
Dalam postingannya itu, Fadroel juga mengunggah sebuah infografis mengenai alasan negara-negara tersebut melarang Hizbut Tahrir. Di antaranya, di Mesir karena diduga terlibat kudeta (1974); di Arab Saudi, menjadi ancaman pemerintah Abdulaziz, Kazakhstan, diduga terlibat terorisme (2005).
Baca Juga: Dicecar Polisi 41 Pertanyaan, Habib Rizieq Hanya Jawab 7 soal Kasus RS Ummi
Kemudian dilarang di Yordania karena mengancam kedaulatan negara (1953); Uzbekistan, diduga dalang pengeboman (1999); Kirgistan alasannya karena tergolong organisasi ekstrem (2004). Pakistan, menjadi ancaman bagi pemerintah (2004); Turki, termasuk organisasi teroris (2004).