Dahlan bercerita, vitamin D-nya hanya 23,4. Padahal setidaknya, harus di atas 40. Artinya vitamin D-nya rendah sekali. Itulah sebabnya dia diberi vitamin D (tablet) 5.000.
"Mengapa tidak sekalian 10.000?," tanyanya.
"Kalau ketinggian nanti kasihan ginjal. Untuk memberi obat, dokter harus mempertimbangkan banyak hal," ujar dokter Hanny.
Di samping itu di Indonesia tidak dijual vitamin D di atas 5.000. "Di Singapura ada. Bahkan ada yang sampai 20.000," katanya.
Di Indonesia kalau memberi vitamin D 10.000 harus lewat suntikan. Kalau di Singapura suntikan bisa sampai 20.000. Bahkan 100.000.
Dokter Hanny lantas seperti menyindir saya. "Banyak yang berolahraga di bawah matahari tapi pakai topi dan kaus lengan panjang," katanya.
"Ha...ha...ha... Itu saya!," sergah Dahlan.
Sebelumnya pada Minggu (10/1/2021), mantan Menteri BUMN dinyatakan positif Covid-19. Dahlan kemudian dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Surabaya.
(Awaludin)