DPRD DKI: Pengerukan dan Kesiapan Pompa Mampu Atasi Banjir

Bima Setiyadi, Jurnalis
Jum'at 22 Januari 2021 10:11 WIB
Pemprov DKI pamer kesiapan menghadapi musim hujan untuk mengantisipasi banjir.(Foto:Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Komisi D DPRD DKI Jakarta menilai, secara keseluruhan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk menghadapi musim hujan sudah berjalan dengan baik. Tidak hanya pengerukan di tali-tali air, DKI juga telah memastikan rumah pompa di Ibu Kota berfungsi dengan optimal saat musim hujan turun.

"Sampai sekarang saya katakan, langkah dinas terkait masih bisa diharapkan untuk menghadapi banjir dengan segala upaya yang dilakukan, tapi perlu ditingkatkan yang saluran mikronya," kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif pada Kamis (21/1/2021).

Menurut Syarif, tiga dinas yang utama dalam menyangkut penanganan dan antisipasi banjir adalah Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga dan Dinas Lingkungan Hidup. Petugas yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) penanganan banjir itu telah berjuang menyiapkan langkah untuk mengantisipasi banjir.

Baca Juga:  Ini Persiapan Pemprov DKI Jakarta untuk Kendalikan Banjir

Syarif mengungkapkan, selama bertugas di DPRD DKI Jakarta sejak 2019 lalu, dia rutin mendapati petugas melakukan upaya mitigasi banjir. Terutama, para petugas dari Dinas SDA. Di antaranya pengerukan lumpur dan samlah di sejumlah saluran phb, kali, waduk, polder, sungai dan sebagainya.

Namun politisi Partai Gerindra ini meminta DKI untuk mewaspadai adanya ancaman banjir dan genangan yang bersumber dari saluran mikro atau gorong-gorong akibat sumbatan sampah di musim hujan. Hal ini belajar dari pengalaman tahun 2017 lalu, sejumlah gorong-gorong di Ibu Kota banyak dipenuhi sampah kulit kabel, sehingga berdampak banjir di sejumlah ruas jalan.

Baca Juga: Antisipasi Banjir di Jakarta, Gubernur Anies: Pintu Air Sudah Diatur

"Ini (banjir) bukan hanya soal urusan saluran makro dengan phb saja, tapi ada juga saluran mikro. Jangan-jangan nanti karena saluran mikro dianggap sudah bagus (bersih) waktu itu, kemudian ditinggal untuk kerjain makro eh tiba-tiba keteteran (ada banjir di saluran mikro)," ujar Syarif.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan pompa stasioner sebanyak 487 unit di 178 lokasi. Salah satu pengendalian air yang cukup penting di Jakarta adalah rumah pompa Pluit yang berlokasi di Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara yang terus dioperasikan secara optimal untuk pengendalian banjir di daerah hilir Jakarta, yaitu Jakarta Utara.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya