“Tetapi virus bertahan lebih lama pada sampel yang diambil dari saluran pencernaan dan kotoran pasien, dibandingkan dengan yang diambil dari saluran pernapasan,” lanjutnya.
"Jika kita melakukan usapan anal untuk pengujian asam nukleat, itu akan meningkatkan tingkat deteksi pasien dan menurunkan kemungkinan diagnosis yang terlewat," tambah ahli tersebut.
Namun akurasi dan efisiensi usap anal tetap kontroversial.
Seorang ahli medis mengatakan kepada Global Times jika usap hidung dan tenggorokan masih merupakan tes yang paling efisien karena virus telah terbukti tertular melalui saluran pernapasan bagian atas daripada sistem pencernaan.
“Ada kasus mengenai tes virus corona positif pada kotoran pasien, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu ditularkan melalui sistem pencernaan seseorang, “ ungkap Profesor Yang Zhanqiu dari Universitas Wuhan.
China sebagian besar telah mengekang transmisi domestik Covid-19 melalui pengujian ketat dan pelacakan kontak.
Wabah terbaru sebagian besar terjadi di timur laut yang dingin, dengan 33 kasus baru dilaporkan secara nasional pada Senin (1/1) di tiga provinsi.
China mencatat lebih dari 2.000 kasus domestik baru pada Januari, total bulanan tertinggi sejak fase terakhir wabah awal di Wuhan pada Maret tahun lalu.
(Susi Susanti)