PKS Sarankan Presiden Jokowi Buka Suara soal Isu Kudeta AHY

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 04:45 WIB
Share :

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara atau memberikan klarifikasi terkait isu dugaan keterlibatan pihak istana dalam upaya kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat. Hal itu, menurut PKS, perlu dijelaskan Jokowi untuk meluruskan isu yang berkembang.

"Sebaiknya Presiden memberikan penjelasan karena menyangkut nama baik beliau," ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (2/2/2021).

Menurut Mardani, jika benar adanya keterlibatan pihak istana dalam upaya kudeta atau melengserkan kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, maka itu akan menjadi praktek yang tidak sehat dalam berdemokrasi. Oleh karenanya, kata Mardani, harus ada yang bertanggungjawab atas dugaan campur tangan itu.

"Ini praktek tidak sehat dalam demokrasi jika benar. Mesti dibuka ke publik dan mesti ada yang bertanggung jawab. Partai politik yang sehat, pilatlr demokrasi yang sehat. Hak Partai Demokrat membuka ke publik karena ada banyak misteri termasuk sinyalemen dapat restu Pak Jokowi," ucap Mardani.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar konferensi pers terkait dengan kondisi Indonesia terkini, khususnya hal penting yang menyangkut masalah Partai Demokrat. Hal ini disampaikannya sesuai rapat pimpinan (Rapim) DPP Partai Demokrat.

Baca Juga: Pesan Demokrat ke Moeldoko : Sebaiknya Lencana Istana Dicopot Dulu dari Dada

AHY menyebut, berdasarkan kesaksian sejumlah pihak, ada upaya dari pejabat di lingkar kekuasaan Presiden Jokowi yang hendak merebut Partai Demokrat.

"Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan tentang duduk perkara yang sebenarnya yaitu, tentang adanya gerakan politik yang mengarah kepada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam eksistensi dan kedaulatan Partai Demokrat," kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta.

AHY telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasi ihwal isu keterlibatan pihak istana yang ingin mengkudeta kepemimpinannya tersebut. Hingga saat ini, Partai Demokrat masih menunggu balasan surat dari Presiden Jokowi.

Partai Demokrat sendiri sudah mengungkap sosok di lingkaran istana yang berencana mengkudeta kepemimpinan AHY. Sosok itu yakni, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya