BMKG Ungkap Daerah Aktif Gempa di Januari, Berpotensi Berlanjut ke Februari

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Rabu 03 Februari 2021 04:13 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mengidentifikasi zona aktif gempa selama Januari 2021. Berdasarkan hasil identifikasi, sejumlah daerah yang memiliki zona aktif gempa yakni, Aceh, Nias, Bengkulu, Lampung, Lombok, Sumbawa, Sumba, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Laut Maluku, dan Seram.

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono memprediksi, zona atau daerah aktif gempa tersebut berpotensi berlanjut ke Februari 2021. Tak menutup kemungkinan, zona gempa tersebut bisa berakhir di Februari dan bergeser ke daerah lain.

"Peta seismisitas dapat mengidentifikasi zona aktif gempa Januari 2021, yaitu Aceh, Nias, Bengkulu, Lampung, Lombok, Sumbawa, Sumba, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Laut Maluku, dan Seram. Aktivitas gempa di zona aktif ini masih dapat berlajut hingga bulan Februari 2021 tetapi juga dapat berakhir dan bergeser ke wilayah lain," ujar Daryono melalui pesan singkatnya, Rabu (3/2/2021).

Dengan meningkatnya aktivitas gempa pada Januari 2021 dan adanya informasi zona aktif gempa tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik tetapi perlu waspada. Masyarakat diminta untuk merespon setiap informasi sebagai langkah mitigasi yang kongkrit.

Baca Juga: 646 Kali Gempa Terjadi di Indonesia Sepanjang Januari 2021

"Kita harus merespon semua informasi tersebut dengan upaya mitigasi yang konkret, seperti membangun rumah tahan gempa, menata ruang pantai yang aman tsunami, belajar cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami, evakuasi mandiri tsunami, dan meningkatkan kemampuan dalam merespon peringatan dini," bebernya.

Daryono mengingatkan, gempa dan tsunami adalah proses alam yang tidak dapat dihentikan. Tetapi, ia meminta masyarakat berkeyakinan bahwa semua mampu mengurangi risiko dengan upaya mitigasi nyata dan sungguh-sungguh.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil pencatatan BMKG, selama bulan Januari 2021 telah terjadi gempa tektonik sebanyak 646 kali. Sebanyak 646 kali gempa tersebut, terjadi dalam berbagai magnitudo dan kedalaman di wilayah Indonesia.

"Jumlah gempa ini lebih tinggi dari rata-ratanya untuk bulan Januari, yaitu sebanyak 555 kali. Sementara jumlah gempa tektonik pada Januari 2020 sebanyak 518 kali," imbuhnya.

Secara umum, kata Daryono, pada Januari 2021, aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi gempa kecil dengan kekuatan kurang dari 5,0 terjadi sebanyak 619 kali. Sedangkan gempa signifikan dengan magnitudo diatas 5,0, terjadi 27 kali.

"Gempa dirasakan (felt earthquake) terjadi sebanyak 85 kali, jumlah ini cukup tinggi mengingat pada Januari 2020 lalu terjadi gempa dirasakan 54 kali. Selama bulan Januari 2021 hampir setiap hari di wilayah Indonesia terjadi gempa dirasakan bahkan pada 14 Januari 2021, dalam sehari terjadi gempa dirasakan sebanyak 8 kali," sambungnya.

Sementara itu, selama bulan Januari 2021 di Indonesia terjadi gempa yang merusak sebanyak 3 kali, yaitu, Gempa Bahodopi, Morowali, Sulteng, magnitudo 4,9 pada 4 Januari 2021 menyebabkan beberapa rumah rusak.

Kemudian, gempa Majene dan Mamuju, Sulbar, magnitudo 5,9 dan 6,2 pada 14 serta 15 Januari 2021 menyebabkan 105 orang meninggal dunia dan ribuan rumah rusak. Terakhir, Gempa Talaud, Sulut, magnitudo 7,1 menyebabkan beberapa rumah rusak.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya