JAKARTA - Gempa besar mengguncang Alaska, pada hari Senin, 23 Februari 2026, pukul 12:11:48 WIB. Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo 6,1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Indonesia.
“Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau tetap tenang,” ungkap Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangannya.
Sementara itu, episenter gempa terletak pada koordinat 52.36° LU (Lintang Utara); 169.86° BB (Bujur Barat) atau tepatnya di laut pada kedalaman 14 km.
Rahmat mengatakan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif di zona lempeng micro Yakutat.
“Gempabumi ini memiliki mekanisme turun (normal fault),” ucapnya.
“Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.