SWEDIA – Ada tradisi yang unik dan berbeda di Swedia. Di sini, hari Rabu kerap dianggap sebagai “Sabtu kecil”.
Ini didasarkan pada pengalaman di masa lalu yang menjadi tradisi di kawasan Nordik itu.
Hal ini dijelaskan seorang warga bernama Harpo Adolfsson. Ketika angin Arktik mulai bertiup kencang dan menghembuskan timbunan salju, Adolfsson mulai bekerja.
Dia bekerja sebagai operator mesin di Icehotel yang terkenal di Jukkasjärvi, Swedia Utara. Dia membersihkan salju yang menutupi jalanan dan trotoar. Pada hari-hari ketika angin begitu kencang, ia bekerja hingga 12 jam, mulai dari pukul 4 pagi.
"Bekerja dengan mesin, Anda harus awas setiap waktu, sehingga bisa sangat melelahkan," ujarnya. "Kadang-kadang, akhir pekan terasa begitu panjang."
Empat tahun lalu, Adolfsson dan beberapa koleganya mulai bertemu pada hari Rabu malam untuk nongkrong tengah pekan.
Mereka menuang bir, dan bergantian memasak di rumah satu sama lain. Kolega mereka yang orang Denmark membawa smørrebrød, sementara Adolfsson lebih suka memanggang hamburger dan daging rusa.
(Baca juga: Masjid Tertua di Dunia Ditemukan di Israel, Dibangun pada Abad ke-7)
"Anda tak akan pernah tahu akan makan apa," katanya. "Kadang-kadang goreng-gorengan, atau salmon. Kadang-kadang hidangan lengkap, dengan makanan pembuka dan penutup."
Adolfsson berkata kumpul-kumpul tiap Rabu itu, yang penuh dengan makanan enak dan perbincangan seru, menjaga dirinya tetap semangat dan memberinya sesuatu untuk ditunggu-tunggu - terutama pada musim dingin ketika langit gelap hingga 20 jam sehari.
(Baca juga: Kudeta Militer Myanmar, Twitter dan Instagram Diblokir)
"Ini membuat saya senang karena Anda tahu ini akan terjadi dan pasti akan asyik," ujarnya.
Kumpul-kumpul Adolfsson adalah contoh dari praktik 'Sabtu Kecil', atau lillördag, tradisi budaya Nordik yang menganggap hari Rabu sebagai kesempatan untuk perayaan kecil-kecilan ala akhir pekan.