Menurut Rickard Grassman, kepala departemen manajemen dan dosen senior di Universitas Stockholm, ekspresi itu berasal dari masa ketika pelayan bekerja pada hari Sabtu dan mendapat libur di hari kerja.
"Sejarahnya, sejak itu ia menjadi semacam liburan kecil di tengah pekan ketika orang-orang butuh waktu untuk melepas penat."
Seiring pandemi mengaburkan batasan antara hari kerja dan akhir pekan, meminjam tradisi Nordik ini dapat menjadi cara untuk mengkalibrasi pekan itu, dan bahkan menambah sedikit selebrasi dan kelegaan pada rutinitas kerja di rumah.
Ini terutama bagus pada waktu ketika memprioritaskan kesehatan dan kebahagiaan amatlah penting, kata Grassman.
"Menganut pandangan yang lebih moderat dan terukur tentang keseimbangan kehidupan-pekerjaan menciptakan rasa kebahagiaan yang lebih stabil," ujarnya.
"Sedikit waktu ekstra untuk merayakan Sabtu Kecil adalah awal yang bagus untuk menatap masa depan dengan optimisme."