Penembakan saat Shalat Idul Adha, Meleset Karena Penembak Lihat Bung Karno Ada Dua

Doddy Handoko , Jurnalis
Minggu 14 Februari 2021 06:27 WIB
Foto: Istimewa
Share :

BUNG Karno saat menjabat Presiden RI banyak terjadi pergolakan seperti DI/TII Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, PRRI/Permesta dan Republik Maluku Selatan. Beberapa kali Bung Karno menjadi sasaran pembunuhan tapi selalu lolos dari maut.

Roso Daras dalam bukunya, "Bung Karno ,Serpihan Sejarah yang Tercecer "menuliskan peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Bung Karno.

Penembakan di dalam Peringatan Idhul Adha. Pada 14 Mei 1962, saat seluruh orang mukmin, termasuk Bung Karno sedang berjajar dalam shaf untuk mengamalkan Sholat Idul Adha di lapangan rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara, tiba-tiba terdengar rentetan tembakan dari sebuah pistol.

Tembakan itu diarahkan kepada Bung Karno dari seorang penembak yang berada 4 shaf di belakangnya.

"Dalam pemeriksaan, penembak mengaku melihat Bung Karno yang dibidiknya itu menjadi dua orang, maka menjadi bingunglah dia hendak menembak yang mana. Akibatnya, seluruh tembakannya meleset. Tidak ada satu pun yang mengenai Bung Karno,"kata Roso.

Sebaliknya, tembakan itu mengenai bahu Ketua DPR Zainul Arifin dari NU yang saat itu menjadi imam shalat.

Pelaku kemudian divonis mati, tetapi ketika disodorkan surat perintah eksekusi Bung Karno tidak sampai hati untuk menandatanganinya.

Seorang kiai yang memimpin sebuah pesantren di daerah Bogor H. Moh. Bachrum yang dituduh berada di balik rencana pembunuhan itu. Setelah meletus G-30-S, tempat tahanan kiai itu dipindahkan dari RTM ke Rutan Salemba berbaur dengan ribuan tahanan G-30-S lainnya. Ia bebas lebih cepat dari pada para tahanan G-30-S, karena dianggap berkelakuan baik.

Penggranatan di Cikini pada tanggal 30 Nopember 1957 saat Bung Karno menghadiri peringatan ulang tahun Yayasan Perguruan Cikini. Guntur dan Megawati adalah murid SD dari Yayasan Perguruan Cikini itu.

Usai meninjau berkeliling tempat itu sekitar 25 menit tiba-tiba mendengar suara ledakan hebat. Belakangan diketahui itu suara ledakan granat yang dilemparkan dari sekitar sekolah.

Pelakunya adalah Jusuf Ismail, Saadon bin Mohammad, Tasrif bin Husein, dan Moh. Tasin bin Abubakar. "Mereka berhasil dibekuk lalu dihadapkan ke pengadilan militer dan dijatuhi hukuman mati 28 April 1958,"ucap Roso.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya