Sabeni Pendekar Silat Betawi yang Robohkan Prajurit Jepang dan Jago Kuntau

Doddy Handoko , Jurnalis
Jum'at 19 Februari 2021 06:30 WIB
Ilustrasi silat Betawi (Foto: Okezone)
Share :

Komandan tentara Jepang tersebut menawarkan Sabeni agar melatih tentara khusus mereka di Jepang. Namun karena Sabeni sudah tua, maka muridnya yang dikirim ke Jepang.

Sabeni meninggal pada 15 agustus 1945, dikuburkan di Pemakaman Gang Kubur Lama (sekarang Jalan Sabeni), Tenabang. Untuk mengenang jasa-jasanya bagi masyarakat Betawi, dan penghargaan atas perjuangannya, jalan Kubur Lama diubah menjadi Jalan Sabeni.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta memindahkan makam Sabeni ke ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Lokasi kuburannya berdekatan dengan makam almarhum M.H.Thamrin salah seorang tokoh Nasional yang juga berasal dari DKI Jakarta.

Nama Sabeni mulai diperbincangkan ketika berhasil mengalahkan Murtado, jagoan di daerah Kemayoran yang dijuluki Macan Kemayoran. Ia hendak melamar puteri si Macan Kemayoran untuk dijadikan isterinya. Namun, si Macan Kemayoran menantangnya berkelahi, dan jika dia berhasil mengalahkan Macan Kemayoran, maka lamarannya diterima. Akhirnya macan kemayoran itu berhasil dikalahkan.

Sabeni mengembangkan silat tradisional yang diberi nama Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang.Jurus-jurus aliran silat Sabeni terkenal karena kecepatan dan kepraktisannya. Salah satu ciri khasnya adalah permainan yang rapat dan gerak tangan yang sangat cepat.

"Aliran Silat Sabeni merupakan aliran silat yang mengutamakan pada penyerangan dan tidak memiliki kembangan serta murni untuk beladiri. Permainan aliran Sabeni cenderung bertahan, sabar menunggu kelemahan lawan. Oleh karena itu Pesilat Sabeni dikenal sebagai pesilat penyabar," ujar Yahya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya