Fadhli menyebut, kepopuleran Habib Rizieq memuncak saat dia kembali ke Tanah Air dengan membawa 'misi revolusi akhlak'. Akibat kepulangannya itu, kemudian muncul kasus 'kerumunan massa' yang terjadi di beberapa lokasi.
"Puncaknya saat dia pulang dengan membawa revolusi akhlak itu. Ribuan orang menjemput, berkerumun di bandara, meski masih dalam kondisi pandemi," terangnya.
Tak sampai di situ, kerumunan massa masih berlanjut dengan safari dakwah dan prosesi pernikahan anaknya yang cukup mengundang perhatian publik. Saat itu, hampir mayoritas pemberitaan menyoroti sepak terjang mantan 'pentolan' aksi 212 dan 411 tersebut.
"Efek kerumunan massa ini kemudian melejitkan nama HRS, dia mendapat porsi pemberitaan lebih karena dinilai kontra terhadap kebijakan pemerintah," pungkasnya.
(Sazili Mustofa)