"Venezuela hanya akan mengatasi krisis yang sedang berlangsung melalui negosiasi dan dialog, di mana Uni Eropa berkomitmen penuh tetapi keputusan ini secara langsung merusak," tambahnya.
BACA JUGA: Oposisi Venezuela Rencanakan Pelengseran Maduro dengan Perusahaan Keamanan AS
Pada hari Senin, blok tersebut mengutip pelanggaran hak asasi manusia dan "tindakan dan keputusan yang merusak demokrasi dan supremasi hukum" saat mengumumkan sanksi terhadap 19 pejabat Venezuela, menjadikan jumlah total yang terkena pembekuan aset dan larangan perjalanan menjadi 55 orang.
UE, Amerika Serikat (AS), dan beberapa negara Amerika Selatan tidak mengakui pemilihan Venezuela pada Desember 2020, yang membuat Maduro mengambil kendali mayoritas di parlemen.
(Rahman Asmardika)