WASHINGTON – Biro Investigasi Federal (FBI) terus mencermati ekstremis kekerasan domestik yang mungkin menjadi ancaman bagi gedung Capitol ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang gabungan Kongres bulan depan.
“Kami khawatir bahwa ekstremis kekerasan dalam negeri akan bereaksi tidak hanya terhadap hasil pemilu yang mungkin tidak mereka anggap menguntungkan, tetapi juga terhadap transisi pemerintahan yang mungkin mereka pertanyakan,” kata pejabat senior FBI kepada para wartawan dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/2).
(Baca juga: Konflik Ekspor dengan China, Presiden Taiwan Desak Warga Makan Lebih Banyak Nanas)
Pejabat itu meminta untuk tidak disebutkan namanya. Komentar itu muncul sehari setelah penjabat kepala Polisi Capitol memperingatkan bahwa kelompok milisi yang terlibat dalam serangan 6 Januari di Capitol oleh pendukung mantan Presiden Donald Trump ingin “meledakkan” gedung kongres ketika pidato Biden berlangsung.
Tanggal pidato Biden belum diumumkan. Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan dia ingin menunda pidato tersebut sampai Kongres menyelesaikan pekerjaan paket stimulus pandemi Biden senilai USD1,9 triliun. Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada hari Jumat (26/2) menyarankan agar pertanyaan wartawan tentang ancaman itu ditujukan ke Secret Service (Dinas Rahasia).
(Baca juga: Kasus Pertukaran Bayi, Departemen Kesehatan Lakukan Penyelidikan Internal)
(Susi Susanti)