Sepak Terjang Ferry Elas, Anggota KKB Pimpinan Joni Botak yang Ditembak Mati

Saldi Hermanto, Jurnalis
Rabu 03 Maret 2021 05:07 WIB
Ferry Elas, anggota KKB yang tewas saat kontak senjata dengan aparat keamanan di Mimika, Papua (Foto: Saldi Hermanto)
Share :

3. Pada 25 September 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik PT Freeport dengan nomor lambung RP-25 yang dikemudikan Royland Sahensolar di Mile 60.

4. Pada 21 Oktober 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik PT Freeport nomor lambung 01-4744 R yang dikemudikan Joseph Hatch (WNA) di Mile 60.

5. Pada 21 Oktober 2017, melakukan penembakan anggota Brimob dan Polsek Tembagapura di bukit Sangker Mile 69.

6. Pada 23 Oktober 2017, melakukan penembakan anggota Brimob saat melakukan apel di Utikini lama, Distrik Tembagapura.

7. Pada 24 Oktober 2017, melakukan penembakan mobil Land Cruiser milik Rumah Sakit Tembagapura dengan nomor lambung 01-4414 di jembatan lama Utikini lama, Distrik Tembagapura.

Selanjutnya, dari hasil penyelidikan, Ferry Elas juga mempunyai peran lain dalam rentetan penembakan yang terjadi di tahun 2020.

Bahkan, pada 21 Agustus 2019, ia bersama almarhum Hengky Wamang yang saat itu sebagai pemimpin KKB Kalikopi, berkumpul di Ilaga, Kabupaten Puncak melakukan pertemuan membahas rencana aksi kriminal di wilayah Tembagapura. Saat itu pertemuan dipimpin oleh Goliath Tabuni dengan komandan operasi Lekagak Telenggen.

8. Pada 22 Februari 2020, rombongan KKB pimpinan Lekagak Telenggen tiba di wilayah Tembagapura. Ferry Elas ikut terlibat dalam aksi penyenderaan tiga guru di Kampung Jagamin wilayah Aroanop, Distrik Tembagapura.

9. Pada Maret 2020, Ferry Elas dipimpin Lekagak Telenggen melakukan pembakaran bekas gedung gereja di blok A Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura dan melakukan pembakaran rumah-rumah warga di blok A Kampung Opitawak.

10. Pada 6 Maret 2020, melakukan penembakan ke Pos Yonif 754 di Opitawak mengakibatkan satu korban luka, serta menembak pos Brimob Satgas Aman Nusa di aula Banti 2, Distrik Tembagapura.

Di mana, aksi-aksi yang dilakukan KKB pada tanggal 6 Maret 2020 itu, menyebabkan seluruh masyarakat mulai dari wilayah Banti hingga Opitawak memilih untuk mengungsi di Polsek Tembagapura, yang akhirnya warga dievakuasi turun ke kota Timika.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya