Versi pertama didapat dari Sekretariat Negara yang terdiri dari dua lembar dengan kop burung Garuda, diketik rapi dan di bawahnya tertera tanda tangan serta nama Soekarno. Adapun versi kedua berasal dari Pusat Penerangan TNI AD. Satu lembar itu diketik kurang rapi dan juga berkop Garuda.
Sementara versi terakhir dianggap lebih janggal. ANRI menerimanya tanpa kop dan hanya berupa salinan. Sejak lama ANRI disebutkan mencoba mencari Supersemar yang asli dengan mendatangi para keluarga saksi yang hingga kini belum menemukan titik terang.
(Fahmi Firdaus )