JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menjelaskan bahwa manusia mempunyai dua hawa nafsu. Pertama adalah nafsu yang berkaitan dengan ambisi tertentu yang disebut hawa nafsu ghodhobiyah.
"Orang yang punya ambisi ingin jadi apapun, itu namanya ghodhobiyah-nya sedang berperan. Tapi kalau niatnya baik, caranya baik, visi-misinya baik maka namanya bukan nafsu ghodhobiyah, tapi namanya himmah, cita-cita," tuturnya dalam acara doa bersama yang dikemas dengan kegiatan bertajuk "Silaturahim Nahdliyin Selamatan dan Ruwahan" di rumah dinas kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Kedua, menurut Kiai Said adalah nafsu sahwatiyah. Misalnya keinginan untuk menjadi kaya, hidup mewah, punya rumah megah dan uang banyak. "Itu boleh, asalnya niatnya baik, caranya baik, tujuannya baik. Kita harus kaya, tapi niatnya harus baik, cara baik, tujuan baik, misalnya untuk membangun NU. Kalau sudah demikian, namanya bukan syahwatiyah, tapi azimah," paparnya.
Menurutnya, ketua NU harus memiliki azimah yang besar. "Seseorang kalau azimah-nya besar, insyaallah akan tercapai tujuannya. Kita pengurus NU harus kaya, tapi tujuan, niat dan caranya baik, namanya azimah," katanya.
Acara doa bersama dan syukuran tersebut digalar Wakil Ketua MPR Dr Jazilul Fawaid menjelang pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta pada 2 April 2021 mendatang.
Baca Juga: Tolak Impor 1 Juta Ton Beras, Said Aqil: Kepentingan Kelompok Tertentu!
Selain Kiai Said Aqil Siradj dan jajaran PWNU, PCNU, serta MWCNU se-DKI Jakarta. Hadir pula sesepuh NU DKI KH Muhyidin Ishak, penceramah KH Fikri Haikal Zainuddin MZ, Katib Syuriah PWNU DKI KH A Zahari.
Turut hadir jajaran PCNU dari enam kota/kabupaten yakni Ketua PCNU Jakarta Timur Gus Azas Rulyaqien, Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifudin, Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdul Rozak Alwi, Ketua PCNU Kepulauan Seribu H Sumarno, Ketua PCNU Jakarta Utara Agus Muslim, dan Sekretaris PCNU Jakarta Barat H Endang Hermansyah.
Hadir pula Rais Syuriah PCNU Jakarta Timur KH Ibnu Mulkan, Rais Syuriah PCNU Jakarta Pusat KH Kamaludin Machsan, Rais Syuriah PCNU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim Zainudin, dan Rais Syuriah PCNU Jakarta Utara KH Nasihin Zain. Turut hadir jajaran MWC se-DKI Jakarta.
Kiai Said juga menyoroti kondisi NU di DKI yang masih perlu banyak pembenahan. Dia mencontohkan, madrasah-madrasah di DKI umumnya tidak terpasang papan tulisan "LP Ma'arif NU". Padahal, mayoritas warga DKI menjalankan amaliyah ala ahlussunnah waljamaah.
"Ma'arif sama sekali tidak kelihatan (papan nama LP Ma'arif), yang kelihatan hanya Ansor dan Muslimat," ungkapnya.
Dirinya berharap Ketua PWNU DKI ke depan, siapapun yang terpilih agar memasang papan nama NU di berbagai lembaga pendidikan. "Siapapun yang jadi, ya mudah-mudahan yang punya hajat ini (Gus Jazil)," katanya.