Twitter Rilis Emoji 'Aliansi Teh Susu' untuk Aktivis Pro-Demokrasi

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 09 April 2021 09:16 WIB
Aliansi teh susu (Foto: AFP)
Share :

HONG KONG - Twitter telah meluncurkan emoji baru untuk "Aliansi Teh Susu" (Milk Tea Alliance) - sebuah gerakan yang menyatukan aktivis pro-demokrasi Asia.

Aliansi tersebut mempertemukan pengunjuk rasa anti-Beijing di Hong Kong dan Taiwan dengan juru kampanye pro-demokrasi di Thailand dan Myanmar.

Emoji, cangkir putih dengan tiga warna berbeda dari teh daerah populer, menandai satu tahun sejak tagar #MilkTeaAlliance dimulai.

Salah satu targetnya adalah dominasi China. Namun Beijing mengatakan hal itu "penuh bias".

Aliansi ini menyatukan para pegiat yang mendorong demokrasi yang lebih besar.

Gerakan ini muncul tahun lalu usai perselisihan Twitter antara nasionalis China dan aktor muda Thailand dan pacarnya, yang dituduh mendukung demokrasi di Hong Kong dan kemerdekaan Taiwan.

(Baca juga: AS Siap Cabut Sanksi yang Tak Sesuai Kesepakatan Nuklir Iran)

Gerakan ini mendapatkan popularitas di kalangan aktivis pro-demokrasi di Thailand yang menyerukan reformasi monarki dan pengunjuk rasa di Hong Kong yang menuduh Beijing merusak demokrasi di wilayah tersebut.

Penggunaan tagar melonjak lagi pada Februari ini setelah kudeta militer di Myanmar menyebabkan protes massal.

"Kami telah melihat lebih dari 11 juta tweet yang menampilkan hashtag #MilkTeaAlliance selama setahun terakhir," cuit Twitter dalam sebuah posting di platform tersebut.

Emoji akan secara otomatis muncul ketika pengguna memposting hashtag #MilkTeaAlliance.

"Selama masa kerusuhan sipil atau tindakan keras dengan kekerasan, lebih penting dari sebelumnya bagi publik untuk memiliki akses ke #OpenInternet untuk pembaruan waktu nyata, informasi yang kredibel, dan layanan penting,” tulis Twitter.

(Baca juga: Jumlah Anak Migran Tanpa Orang tua di Perbatasan AS-Meksiko Capai Rekor Tertinggi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya