"Karena begini, sekarang ini kan banyak orang yang ngaku sebagai ustadz dan mubaligh, pakai sorban, pakai kopiah, jidat hitam, sudah. Bisa pidato sedikit, semua sudah bisa jadi ustadz. Tetapi dalam berpidato, dalam berceramah itu, lebih banyak menyebarkan ujaran-ujaran kebencian," beber Ngabalin.
Baca juga: Sidang Suap Benur, Pejabat KKP Dikonfirmasi soal Kapasitas Ngabalin Ikut Edhy Prabowo ke Hawaii
"Kemudian, bersekutu dengan organisasi-organisasi penyebar paham radikal yang anti-toleransi, anti-pemerintah, menyebut pemerintah sebagai pemerintahan thogut," imbuhnya.
Sekadar informasi, seorang pejabat PT Pelni dikabarkan dicopot dari jabatannya gegara merencanakan kajian Ramadhan atasnama perusahaan tanpa izin direksinya. Kabar itu datang langsung dari Komisaris Independen PT Pelni Dede Budhyarto melalui akun twitternya @kangdede78.
"Pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah dicopot. Ini pelajaran sekaligus warning (peringatan) kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus," kata Dede.