JAKARTA - Saat Ramadhan tiba, umat Muslim bersukacita. Banyak cara untuk mengungkapkannya, bahkan sejak era penjajahan di Indonesia.
Di era kolonial Belanda, suara meriam dan petasan bertalu-talu menjadi pertanda menyambut Ramadhan. Meski, suasana Ramadhan di era sekarang dengan masa penjajahan, nyatanya tidaklah jauh berbeda.
“Biasa saja, sama seperti saja seperti saat ini, banyak yang main meriam dan petasan,” ujar pemerhati sejarah dan budaya Ridwan Saidi saat dihubungi Okezone, pada Senin (12/4/2021).
Baca Juga: Tim Falakiyah Kemenag Mulai Paparkan Posisi Hilal Awal Ramadhan 1442 H
Hanya saja, menurut Ridwan, bulan Ramadhan di zaman penjajahan sedikit lebih meriah. “Karena dulu masih dalam bentuk perkampungan, suasananya menjadi lebih meriah,” ujarnya.