Asal-Usul Sunan Kalijaga dan Kidung Penolak Bala Kejahatan

Doddy Handoko , Jurnalis
Selasa 13 April 2021 06:30 WIB
Sunan Kalijaga (Foto: Ist)
Share :

Kidung ini disusun dalam sastra macapat yang ditulis dalam metrum dhandhanggula. Di buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga (2003) dituliskan, kidung berarti sabda atau firman, sebagai teknik membangkitkan konsentrasi dan kekuatan pikiran.

Kidung gubahan Sunan Kalijaga ini sebagai penolak bala kejahatan yang dilakukan malam hari. Dari kejahatan pencurian, sampai yang disebut gaib seperti sihir, teluh dan santet.

Disebutkan, kidung ini masih berfungsi di desa pada masa, misalnya mengusir hama tikus. Setelah berpuasa sehari srmalam, makan sahur dan buka tengah malam. Kidung Rumeksa ing Wengi dibaca sambil mengelilingi pematang sawah atau ladang. Dipercaya, tikus tidak datang ke sawah itu.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya