Baca juga: Hidup Sebatang Kara Digubuk Reyot, Mbah Tomo Hanya Ditemani Angsa
Sarmini melanjutkan, suaminya dulunya bekerja sebagai kuli serabutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
"Sudah lima bulan suami saya sakit gagal ginjal dan wajib cuci darah satu minggu sekali," ucapnya.
Sejak suaminya sakit gagal ginjal, sudah tidak ada lagi penjamin untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
"Setiap cuci darah saya harus keluar uang Rp750 ribu hingga Rp1 juta untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)