Tak hanya itu, Menurut Riza pasar memiliki tingkat kerawanan terhadap kebakaran, salah satunya properti, sebab mayoritas berbahan dasar properti yang mudah terbakar, berumur sudah lama dan memiliki masalah instalasi listrik.
"Pasar itu jaraknya biasa berdekatan, antara satu kios dengan kios lain. Ketiga, pasar itu kan umumnya barang-barangnya, isinya mudah terbakar. Pedagangnya juga banyak yang merokok. Jadi, banyak faktorlah yang menimbulkan pasar itu termasuk wilayah properti yang rentan terbakar," ujar Riza.
Tak hanya pasar ia juga menyoroti terkait hunian padat penduduk yang sangat rentan kebakaran mulai dari kompor gas, instalasi listrik hingga colokan listrik yang menumpuk. Untuk itu perlu sosialisasi bersama atas kondisi ini.
"Jadi rumah-rumah yang padat, itu berpotensi. Itu kita lakukan pencegahan, mulai dari ada sosialisasinya, tentang bahkan kita sudah stiker di situ, di daerah-daerah RW RT yang rawan, itu kita lakukan berbagai upaya pencegahan," pungkasnya.
(Awaludin)