Terkait anggota, mantan Wakapolda Papua Barat dan Papua itu memperkirakan, jatuhnya korban di kalangan TNI-Polri itu dapat membuat pasokan logistik KKB bertambah, baik itu senjata api maupun amunisi.
Menurutnya, hal itu yang harus dihindari, sehingga bila mendengar bunyi tembakan, tidak perlu langsung bergerak dan keluar dari pos karena itu yang ditunggu oleh KKB, mengingat mereka lebih mengetahui medannya.
"Saya beserta seluruh jajaran TNI-Polri berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi keamanan di kawasan pegunungan termasuk di Intan Jaya dan Puncak," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri pula.
Tercatat selama bulan April, empat warga sipil tewas akibat ditembak KKB di Kabupaten Puncak, dua di antaranya berprofesi sebagai guru, satu pelajar, dan seorang tukang ojek.
(Khafid Mardiyansyah)