Ziarah ke Makam-Makam Habib di Dalam Masjid Tua di Jakarta

Doddy Handoko , Jurnalis
Senin 19 April 2021 06:17 WIB
Masjid Luar Batang (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Di Jakarta terdapat masjid –masjid tua peninggalan ulama-ulama terdahulu. Masjid itu antara lain masjid Luar Batang, kampung Bandan, Mangga Dua, dan masjid Hadramaut. Di sekitar masjid itu terdapat makam ulama jaman itu yang menyebarkan islam di Jayakarta.

Di Pasar Ikan, Jakarta Utara, terletak Masjid Luar Batang. Masjid itu hingga kini masih berdiri megah letaknya hanya beberapa ratus meter di belakang benteng yang dibangun oleh JP Coen. Seperti masjid-masjid tua lainnya, mula-mula masjid ini hanya sebuah mushala, di tempat pemukiman para nelayan.

Masjid yang sudah berusia ratusan tahun, banyak didatangi para peziarah dari berbagai tempat di tanah air. Di masjid ini terdapat makam Habib Husin Bin Abubakar Alaydrus, yang meninggal dunia pada 17 Ramadhan 1169 H atau 24 Juni 1756. Dia adalah pendiri masjid tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar, sebelum datang ke Indonesia, habib Husin terlebih dulu tinggal di Gujarat (India). Sejak dulu pada malam Jumat, para peziarah bisa mencapai ribuan orang, sambil membaca surah Yasin.

Kawasan Luar Batang yang merupakan salah satu pemukiman tertua di Jakarta, sejak dulu merupakan daerah penyebaran Islam. Setidak-tidaknya para ulama dan da'i di sini telah mengimbangi kegiatan Kristenisasi yang dilakukan oleh VOC di benteng (kastil) Batavia. Masjid ini juga banyak didatangi pada saat acara haul pendirinya.

Tak jauh dari Pasar Ikan --tempat Belanda pertama kali menjejakkan kaki di Jakarta-- antara pelabuhan Sunda Kelapa dan Taman Impian Jaya Ancol, terletak Kampung Bandan. Berdekatan dengan jalan tol Tanjung Priok- Cengkareng, terdapat sebuah Masjid Kampung Bandan. Di masjid ini terdapat makan tiga habib dari Hadramaut, yakni Habib Muhammad bin Umar Alqudsi (117 H atau 1705), Habib Ali bin Alwi Shatri (1710 M), dan Habib Abdurahman Shatri.

Kampung Bandan juga merupakan kampung tua di Jakarta. Ketika JP Coen melakukan pembunuhan massal terhadap penentangnya, ia pun membawa sebagian penduduknya ke Jakarta. Orang-orang Banda ini ditempatkan di Kampung Banda(n) sebagai budak belian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya