"Segera saat itu juga tim Humas Unej memeriksa semua akun media sosial lainnya, yakni Instagram dan Facebook, kemudian di e-mail ada pemberitahuan lagi tentang login mencurigakan terhadap akun FB," katanya.
Pihak Unej seketika itu masuk ke Facebook dan akunnya berhasil diselamatkan sehingga tim Humas Unej melakukan pembaruan password dan mencoba masuk ke akun Instagram namun gagal.
"Hingga kini kami belum bisa mengakses Twitter dan Instagram sehingga kami berupaya melakukan pemulihan sesuai dengan ketentuan aplikasi," ujarnya.
Didung menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah melaporkan kejadian peretasan akun media sosial Unej tersebut kepada tim Humas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kami masih fokus pada pemulihan dua akun media sosial itu dan belum berencana melaporkan peretasan itu kepada aparat kepolisian setempat," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)