Ada kisah menarik ketika kapal selam milik Indonesia, RI Pasopati 410 akan mengikuti latihan bersama dengan AL Filipina (Philipine Indonesia Joint Exercise).
Saat itu masih terjadi Perang Vietnam, semua angkatan perang Amerika Serikat yang berada di Pasifik sedang dalam keadaan siaga. KRI Pasopati kemudian memasuki wilayah laut Filipina lewat laut Zulu.
Posisi KRI Pasopati saat itu tidak dalam kondisi menyelam dan berlayar di permukaan laut. Namun, tiba-tiba datanglah beberapa pesawat tempur milik angkatan udara Amerika Serikat (USAF) jenis F-4 Phantom.
Jet tempur F-4 milik USAF itu kemudian berputar-putar di atas KRI Pasopati, membayang-bayangi kapal selam milik Indonesia itu. Kumpulan flight F-4 itu membuat formasi hendak menyerang ke KRI Pasopati.
KRI Pasopati merupakan kapal selam jenis Whiskey Class buatan Uni Soviet , saat itu sebagai 'kawan' Vietnam Utara, musuh Amerika Serikat dalam perang Vietnam.
Pilot F-4 itu panik mengira KRI Pasopati ialah kapal selam Soviet yang hendak menyerang mendadak ke pangkalan laut serta udara Amerika di Subic Point dan Clark Field, Filipina.
Setelah mengitari KRI Pasopati, para pilot F-4 kemudian melihat bendera Merah Putih yang berkibar di tiang depan (Samaleot) kapal selam.
Pilot F-4 terbang sejajar dengan haluan KRI Pasopati sembari menggoyangkan sayap pesawat sebagai isyarat yang artinya tahu kalau KRI Pasopati kawan bukan musuh.
Komandan KRI Pasopati kemudian mengadakan kontak radio ke para pilot F-4 untuk mengkonfirmasi bahwa kapal selam ini ialah milik Angkatan Laut Indonesia. Komandan kapal selam berkata "We are Indonesian Man Of War, submarine ship Pasopati."
Pada tahun 1970-an kapal tersebut sudah pensiun. Sulitnya mencari suku cadang Whiskey menjadi penyebabnya. Selain itu perubahan arah politik Indonesia dari Timur ke Barat ikut mempercepat Whiskey pensiun.
Kapal selam di tubuh angkatan laut Indonesia mulai diremajakan dan diganti dengan Tipe U-209 buatan Jerman.
(Arief Setyadi )