BLORA - Suasana duka masih menyelimuti keluarga Serda Setyo Wawan, salah seorang prajurit yang gugur dalam musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali.
Sebelum terjadi peristiwa hilangnya kontak kapal selam buatan Jerman itu, ibu Serda Setyo, Wiji (60) selalu menganis tanpa sebab hingga tidak bisa tidur satu malaman.
"Mboten ngertos, kulo kok kepingin nangis (nggak tahu, saya tiba tiba menangis), Ya Allah kenopo aku iki, Allahu Akbar," cerita Wiji (60) di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (27/4/2021).
Dan malam itu, lanjut Wiji, ia mengaku teringat pada anak bungsunya yang sedang tugas latihan perang.
Baca juga: Viral Video Anak Larang Ayahnya Kru KRI Nanggala 402 Berangkat Kerja
"Kulo kelingan anaku, sakderenge tugas Setyo pamit nek arep latihan perang. Lan dewekne cerito nek bar ngimpi ketemu bapak e (Saya teringat anaku, sebelum berangkat, Setyo pamitan ke sini kalau mau latihan perang. Dan ia cerita kalau habis ngimpi ketemu bapaknya)," imbuhya.
Pada Rabu 21 April 2021 kemarin, Wiji kaget melihat adanya pemberitaan di TV yang menyebutkan bahwa ada kapal selam tenggelam. Ia masih hafal dengan nomer kapal anaknya 402, karena anaknya pernah cerita.