JAKARTA - Korps Marinir membantah pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL) yakni Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dikerahkan ke Papua untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Belakangan KKB telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah.
Kadis Penerangan Marinir Angkatan Laut, Letkol Gugun Saiful Racman mengatakan, tidak ada yang mengetahui pergerakan Denjaka. Kegiatan denjaka juga tidak dipublikasikan.
"Seluruh kegiatan Denjaka tidak pernah diberitakan. Kegiatan di sana tidak ada," katanya saat dihubungi MPI.
Pernyataan tersebut menepis isu yang beredar di media sosial (medsos) bahwa Denjaka dikerahkan ke Papua untuk memberangus KKB.
Baca Juga : BIN Optimalkan Deteksi Dini Usai KKB Ditetapkan Organisasi Teroris
"Pasukan elit angkatan laut DENJAKA sudah sampai di tanah Papua. Kekuatan 1 Denjaka = 12 orang. Mempunyai kekuatan misterius yang bikin angkatan laut Amerika gemetaran,"cuit akun @H4l1mun_D1n61n.
Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menetapkan KKB di Papua sebagai daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT).