Dasar wartawan, mereka tak pernah patah semangat. Agar Gus Dur terpancing, mereka terus merangsek Ketua Dewan Syura PKB ini.
“Ayo Gus tanggapannya?” Akhirnya karena tak tahan, Gus Dur menyerah dan pernyataan pun terlontar.
“Memangnya ini tanggapan (pertunjukan –red). Tanggapan itu ludruk atau wayang," kata Gus Dur santai. Wartawan pun kecele.
Ada lagi humor lain, “Pejabat Indonesia ini narsis dan riya' (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),” kata Gus Dur suatu ketika.
Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.
Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “You like salad, madame?”
“Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,” jawab si Nyonya percaya diri.
(Awaludin)