“Membantu kawan dengan ikhlas, suatu saat saya akan memetik hasilnya. Meski kadang harus rela uang hasil untung jualan batik ludes hari itu juga untuk membantu kawan. Saya menjadi seperti ini (konglomerat red) ya karena salah satunya doa dari teman-teman, selain tentu restu orang tua, ” kata suami dari Anita Rosana Dewi yang dikaruniai empat anak yaitu ; Meisa Prasasti, Layaliya Nadia Putri, Maisara Putri, dan Muhammad Izzam.
Waktu kuliah di Trisakti, ia harus keliling Jakarta, naik bus kota, misalnya ke pasar Tanah Abang.
"Saya juga pernah berlari-lari mengejar bus. Selain itu juga bergelantungan dan berdesakan di dalam bis kota. Itulah kegiatan saya, kuliah dan berdagang batik keliling. Namun itulah romantika kehidupan, banyak manfaat yang bisa dipetik,"ujarnya.
Menurutnya mengembangkan bisnis, tidak susah-susah amat, meski bukan berarti amat mudah. Seperti apa petuah banyak orang kerja keras, itu pondasi utama dalam mengembangkan bisnis.
"Bahkan saya menambahkan ada faktor X yang sangat berpengaruh yaitu pondasi keagamaan. Saya dilatih dan dididik religius sejak kecil, mengakui ada ‘tangan Tuhan ‘ yang bermain. Itu saya akui betul," paparnya.
(Khafid Mardiyansyah)