Lebaran Betawi Tahun 60-an, Rekreasi Naik Oplet ke Kebun Binatang Cikini

Doddy Handoko , Jurnalis
Rabu 12 Mei 2021 08:28 WIB
Ilustrasi (Foto : Sindonews)
Share :

KEBIASAAN rekreasi di hari lebaran telah berlangsung sejak lama di Batavia. Pada tahun 1940-an sampai 1960-an, yang paling banyak diserbu orang saat Lebaran adalah Kebun Binatang Cikini (KBC). Kini menjadi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Kebun Binatang Cikini (KBC) sudah berdiri sejak 1864 dengan nama Planten En Dlerentuln yang artinya tanaman dan kebun binatang. Tempat tersebut sudah lama menjadi tempat wisata yang paling banyak diserbu orang.

KBC berada di atas lahan seluas 10 Ha milik pelukis terkenal Raden Saleh. Planten En Dlerentuln dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna di Jakarta (Culturule Verenlging Planten en Direntuin at Batavia).

Tahun 1949, nama Planten En Dierentuln diganti menjadi Kebun Binatang Cikini. Untuk pergi ke KBC dulu cukup dengan naik oplet becak atau trem listrik. Mobil pribadi, hanya milik orang-orang kaya. Bahkan sepeda motor jumlahnya baru ratusan di Jakarta.

Tahun 1950-an, mobil merek Opel dijadikan angkutan penumpang. Maka jadilan nama oplet. Tak sedikit pula masyarakat yang berekreasi dengan naik sepeda. Apalagi pemerintahan kolonial Belanda membuat jalur khusus untuk sepeda, sehingga berkendara naik kereta angin di Batvia zaman itu sangat nyaman.

“Di Kebun Binatang Cikini sering digelar panggung musik pada akhir pekan dan hari libur. Pengisi acara yang populer adalah grup lawak Bing Slamet, Eddy Sud, Ateng, dan Iskak,” ujar budayawan betawi (alm) Alwi Shahab .

Alwi menjelaskan tempat rekreasi lain yang dipadati penduduk Batavia saat Lebaran adalah pantai Zaandvoord, berlokasi sekitar tiga kilometer dari Pantai Ancol. Nama pantai ini berasal dari pantai di provinsi Zandvoort , Belanda. Pantai di sisi utara negeri keju Itu sudah jadi kawasan pesiar sejak tahun 1100.

Berhubung lidah kebanyakan penduduk bumiputra sulit mengucap Zaandvoord, maka namanya jadi Sanpor dan akhirnya Sanipur. Nama itu yang justru terkenal sampai beberapa tahun lalu, sebelum pantai itu lenyap tahun 1994 terkena perluasan Pelabuhan Tanjungpriok.

Baca Juga : Humor Gus Dur: Harimau Berdoa Sebelum Makan

Sebelum tercemar pantai Zaandvoord pemandangannya indah. Bisa untuk tempat mandi, apalagi masuknya gratis. Para pengunjung tinggal menggelar tikar untuk makan lesehan setelah berenang sepuasnya. Noni-noni Belanda pun gemar jalan-jalan di pantai ini.

Untuk menuju pantai Zaanvoord, bisa dengan mengendarai sepeda beramai-ramai. Atau naik kereta api sampai stasiun Tanjungpriok, dan dilanjutkan dengan naik becak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya