Berawal ketika melihat pohon asem (asam) yang tumbuhnya jarang namun subur. Keanehan pohon asam yang tumbuhnya jarang tersebut diberikan nama Semarang.
Ki Ageng Pandanaran meninggal tahun 1496, dalam perjalanan menyebarkan agama Islam.
Meski dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kota Semarang, foto atau lukisan Ki Ageng Pandanaran selama ini ternyata tidak jelas, tidak ada referensi yang jelas dan tepat terkait foto dan lukisan Ki Ageng Pandanaran.
Meskipun di kompleks pemakaman terdapat lukisan yang menggambarkan sosok Ki Ageng Pandanaran namun lukisan tersebut belum sepenuhnya dipercaya sebagai sosok Ki Ageng Pandanaran.
Hingga saat ini Ki Ageng Pandanaran masih menjadi sosok yang terus dikenang masyarakat. Makam Ki Ageng Pandanaran masih banyak orang yang mengunjungi untuk berziarah termasuk para pejabat dan pengusaha.
(Fakhrizal Fakhri )